Dunia memang akan selalu berubah
disetiap masanya. Perubahan yang bisa diakibatkan karena banyak faktor
ini harus mau tak mau dihadapi manusia dengan baik dan bijak. Dan salah
satu bentuk perubahan yang terjadi karena waktu tersebut adalah bisnis.
Ya saat ini bisnis memang banyak mengalami perubahan.
Dengan
adanya teknologi, keberadaan bisnis memang telah banyak berubah. Jika
dulu bisnis hanya bisa dijalankan dengan membuka toko dan mendekati
konsumen secara langsung maka kini para pengusaha bisa menjalankannya
hanya bermodalkan laptop dan jaringan #internet. Begitu mudahnya pekerjaan bisnis ini membuat banyak dampak pada konsumen dan pasar.
Munculnya Fenomena Sharing Economy
Sebuah
contoh dampak yang muncul dari perubahan bidang bisnis ini adalah
adanya penurunan jumlah penjualan. Seperti kita tahu bahwa ada beberapa
perusahaan asing yang telah hengkang dan angkat koper dari Indonesia.
Kita sebut saja perusahaan otomotif Ford atau KIA yang sudah tak ada
lagi di Indonesia. Ini tentu bukan perkara biasa. Pasalnya hengkangnya
dua perusahaan ini bukan tidak ada sebab. Dan mengapa perusahaan ini
kemudian tutup.
Ternyata diketahui
bahwa hal ini dikarenakan oleh adanya penurunan jumlah penjualan yang
sangat berarti. Penurunan daya beli masyarakat yang terjadi selama ini
menurut banyak ahli diakibatkan karena adanya pelemahan ekonomi global.
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata penurunan daya beli
masyarakat ini lebih diakibatkan karena munculnya sebuah fenomena
sharing economy.
Apa
itu fenomena sharing economy? Sharing economy atau disebut juga
collaborative consumption adalah sebuah bentuk model bisnis baru yang
didasarkan pada konsep berbagi sumber daya (shared resources). Dari
kemampuan untuk berbagi inilah membuat konsumen mendapatkan akses
terhadap barang atau jasa yang mereka butuhkan. Maka alih-alih harus
membelinya barangnya para konsumen ini lebih baik mencari layanan
sharing economy yang ada ketika membutuhkannya.
Tipe Collaborative Economy 1: Product Service System
Menurut
Rachel Botsman, seorang ahli collaborative economy, ada tiga tipe
sharing economy ini. Tipe pertama adalah Product Service System yaitu
sharing economy yang memungkinkan sebuah bisnis atau perusahaan
menawarkan barang sebagai sebuah layanan jasa kepada konsumen. dalam
bisnis ini pemilik usaha kan menyewakan barang yang dimiliki secara
pribadi kepada perorangan (peer-to-peer).
Dari
sinilah kemudian membawa pergeseran cara konsumsi masyarakat dari
membeli barang ke menyewa atau memanfaatkan tawaran layanan sewa para
pengusaha tadi. Pola yang terjadi pada konsumen ini adalah mereka hanya
membutuhkan benefit atas sebuah produk tanpa perlu memiliki produk
tersebut sama sekali. Contoh dari bisnis tipe collaborative economy yang
pertama ini adalah Go-jek, Grab Bike dan lain sebagainya.
Tipe Collaborative Economy 2: Redistribution Market
Tipe
kedua dari collaborative economy menurut Rachel Botsman
adalah Redistribution Market. tipe kedua ini menyatakan bahwa barang
yang telah dimiliki sebelumnya akan dipindahkan dari pihak yang tidak
membutuhkan ke tempat yang membutuhkannya.
Dalam
kasus ini, barang akan mengalami perpindahan tangan secara cuma-cuma.
Contoh dari tipe bisnis yang kedua ini adalah olx.com atau eBay dan #toko online lainnya yang memungkinkan publik menjual kembali barang-barang pribadi mereka yang tidak terpakai.
Tipe Collaborative Economy 3: Collaborative Lifestyle
Tipe
ketiga adalah collaborative lifestyle. Menurut Rachel Botsman tipe
collaborative economy ketiga ini muncul dari kebutuhan atau kegemaran
masing-masing individu yang sama untuk bergabung dan saling berbagi atau
bertukar aset. Contoh collaborative economy tipe ketiga ini adalah
individu yang menyewakan ruangan sebagai co-working space. Contoh
lainnya dengan scope yang lebih luas adalah aktivitas penyewaan kamar
penginapan secara peer-to-peer seperti yang dilakukan oleh AirBnB.
Akhirnya
model bisnis berbasis sharing economy ini memang tak bisa lagi
dipandang sebelah mata. Selain tak boleh dipandang sebelah mata, sharing
economy ini juga tak bisa diprediksi sebagai tren sesaat yang nantinya
pada suatu waktu akan lenyap. Hal ini terjadi karena #teknologi yang ada akan terus berkembang dan tak akan melemah sehingga makin menguatkan fenomena sharing economy ini.
kunjungi: maxmanroe.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar