Ojek online adalah sebuah transportasi umum yang
menggunakan internet untuk memesannya. Sebelum adanya ojek online kita
sulit untuk mendapatkan ojek untuk berpergian. Dengan kemajuannya
teknologi, sekarang ojek bisa kita dapatkan dengan mudah melalui smartphone yang kita miliki. Kita hanya butuh jaringan internet maka ojek online pun bisa kita pesan.
Saat
ini saking mudahnya memesan ojek online ini, hampir di setiap tempat
kita bisa jumpai ojek-ojek online atau taksi online. Kemana-mana menjadi
lebih mudah, praktis, dan murah. Penyedia jasa transportasi online ini
sangat lah banyak, seperti Uber, Grab, atau Gojek. Maka untuk memilih
ojek online yang cocok untuk kebutuhan kita, maka kita perlu mengetahui
kelebihan dan kekurangannya.
GOJEK
Gojek
merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan ojek online yang
berasal dari Indonesia. Gojek juga menjadi kepala yang membuat ojek
online ini terkenal di Indonesia. Coba kita lihat dulu yuk!
Kelebihan :
- Proses pemesanan cepat
- Jenis pelayanan ada banyak dan sesuai dengan kebutuhan kita
- Driver Gojek sudah sangat banyak, jadi cepat untuk mendapatkan ojek
- Bisa memesan gojek lebih dari satu, bisa berbeda tujuannya ataupun sama
- Tarifnya lebih murah
- Kalau kita malas menggunakan uang cash, kami bisa menggunakan Go-cash
- Disaat jam sibuk Gojek bisa diandalkan karena harganya tidak semahal Uber dan supply-nya lebih banyak dari Grab.
- Untuk mengajukan keluhan lebih mudah dan responsnya lebih cepat, bisa melalui media sosial atau costumer service
- Perusahaan sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia
- Jika kita selesai menggunakan Gojek, kita akan mendapatkan poin yang nantinya bisa ditukarkan dengan voucher-voucher menarik. Pilihan vouchernya pun lebih banyak dari pada yang lain
Kekurangan :
- Aplikasi sering bermasalah. Jika memasuki jam sibuk (rush hour), sistem aplikasi sering down dan kita tidak bisa memesan Gojek.
- Lalu jika kita menekan tombol order terlalu banyak maka bisa kemungkinan Gojek yang kita pesan bisa datang lebih dari satu
- Untuk masalah kedisiplinan, para driver Gojek sering terlihat tidak memakai seragam, sehingga kita menjadi bingung yang mana Gojek
- Lokasi driver sering tidak akurat, misalnya kita memesan di dekat stasiun lalu saat kita mendapat gojeknya pertama lokasinya di dekat stasiun. Setelah beberapa menit kemudian ternyata gojeknya ada di depan gang stasiun yang jaraknya 200 meter.
GRAB
Grab merupakan salah satu perusahaan penyedia ojek online yang berasal dari Singapura.
Kelebihan :
- Proses pemesanan cepat
- Aplikasinya praktis untuk digunakan
- Ada GrapPay sebagai pengganti uang cash
- Banyak promo – promo menarik yang membuat tarifnya menjadi lebih murah
- Drivernya juga sudah banyak seperti Gojek
- Aplikasinya jarang bermasalah
- Ada fitur chat dengan driver sehingga kita tidak perlu menggunakan pulsa untuk berkomunikasi dengan drivernya
- Semua driver kebanyakan memakai seragam, jarang sekali ditemukan tidak memakai seragam
- Keterangan driver yang kita pesan lebih jelas, ada nama, plat nomor, dan jenis motor driver sehingga kita lebih mudah untuk mengetahuinya
- Kita akan mendapatkan poin jika sudah selesai menggunakan Grab, tetapi bedanya voucher dan poin yang kita dapatkan lebih sedikit dari pada Gojek
Kekurangan :
- Tidak bisa memesan driver lebih dari satu
- Tarifnya lebih mahal terutama saat jam sibuk
- Sulit untuk mendapat driver saat jam sibuk
- Untuk search lokasi yang kita ingin kan, terkadang beberapa lokasi tidak ada di aplikasi
- Lebih sulit untuk menggunakannya
- Jika memiliki keluhan, responsnya lebih lama
- Pesebarannya masih kurang, hanya bisa digunakan di beberapa kota besar di Indonesia
UBER
Uber merupakan salah satu aplikasi penyedia jasa ojek online yang berasal dari Amerika.
Kelebihan :
- Untuk jarak dekat, Uber lebih murah dibandingkan dengan penyedia jasa ojek online lainnya
- Promo – promo yang ditawarkan juga banyak walaupun tidak sebanyak Grab
- Lebih praktis penggunaannya
- Bisa membayarnya dengan kartu kredit
- Tarifnya lebih murah dari pada Gojek dan Grab disaat tidak jam sibuk
Kekurangan :
- Jika sedang jam sibuk atau macet, tarif uber akan naik
- Tarifnya sangat mahal saat disaat jam sibuk, bisa 3x lipat dari harga normal
- Aplikasinya lama
- Drivernya masih sedikit jumlahnya sehingga terkadang di beberapa tempat seperti pinggiran kita sulit mendapatkannya
- Pesebaran di Indonesia masih sangat sedikit
Jadi kalian bisa memilih yang mana yang sesuai dengan kalian. Untuk menggunakannya ada beberapa tips yang perlu kamu tahu :
- Sebaiknya smartphone yang anda gunakan sudah support 4G agar pemesanan lebih cepat dan mudah
- Jika kalian menggunakan ojek online setiap hari, sebaiknya kalian sudah menyimpan lokasi di history atau di bintangkan di Grab agar pemesanan menjadi lebih mudah dan cepat. Kalian juga perlu menghafal daerah-daerah mana saja yang sinyalnya kuat agar memesan ojek online dengan cepat
- Sebaiknya bawalah masker sendiri untuk diperjalanan, karena terkadang driver tidak menawarkan atau kehabisan masker
- Tulislah detail lokasi yang tersedia di aplikasinya untuk memudahkan driver menemukan lokasi kalian. Lalu tulis lah pula warna pakaian yang kalian kenakan agar si driver mudah menemukan kalian jika ditempat yang ramai
- Siapkan pulsa yang cukup untuk berkomunikasi, beberapa dirver terkadang tidak menelfon
- Jika aplikasi bermasalah tidak bisa memesan coba restartsmartphone kalian
- Jika bermasalah di sinyalnya, coba lah kalian berjalan sedikit ke depan atau ke tempat lain untuk mendapatkan sinyal. Biasanya pengguna ojek online ini akan berkumpul di satu tempat karena tempat itu mungkin sinyalnya kuat
- Gunakan Go-cash atau GrabPay untuk mempermudah dan mempercepat proses pembayaran sehingga kalian tidak perlu mencari uang pas atau menunggu minta kembalian dari driver
Ojek Online Bukti Rakyat Mampu Lahirkan Inovasi Tinggi
Generasi pendiri dan pengelola startup (rintisan) teknologi
bukan lagi sekadar pelaku ekonomi. Mereka sudah melahirkan solusi, yang
berbasis teknologi untuk mempercepat reindustrialisasi perekonomian
Indonesia.
Saat ini pelaku startup (rintisan) teknologi marak di Tanah
Air, salah satunya ojek online (daring). Mereka adalah bukti bahwa
rakyat mampu berinovasi tingkat tinggi.
"Yang saya kagum dari para startup
teknologi Indonesia adalah mereka begitu mandiri dan percaya diri.
Berani berkompetisi, berkolaborasi apa lagi," kata Ketua Badan StartUp
Teknologi KADIN Patrick Walujo.
Para pelaku startup (rintisan), kata Patrick, tidak minta diproteksi dari kompetisi. "Mereka hanya ingin dimengerti," ujarnya.
Ketika ingin menggali potensi-potensi baru perekonomian, tidak bisa mengikuti peraturan yang sudah ada dengan melihat do dan don't
saja. Pasalnya potensi baru yang belum diatur tiba-tiba tumbuh lebih
besar dari yang sudah teregulasi. Jadi paradigmanya bergeser.
"Yang pasti pola yang diterapkan startup
(rintisan) teknologi ini benar-benar terjemahan dari UUD 1945 Pasal 33
ayat 1," Wakil Ketua Umum KADIN bidang regulasi Melli Darsa.
Menurut
dia, penataan dengan regulasi tidak bisa asal mengeluarkan peraturan.
Yang penting semangat dan filosofinya harus sama dengan tujuan yang sama
dan mulia antara pembuat regulasi dengan pelaku ekonomi. Lalu
konsultasikan dan disosialisasikan dengan benar kepada masyarakat.
Atas
hal tersebut, kata Melli, mudah saja terlihat dimana kekeliruan Menteri
Perhubungan saat mengeluarkan larangan pengoperasian ojek dan taksi
online.
sumber: republika dan kompasiana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar