Kirman Mitro Wiyono (92) mengaku mengenal Sutinah sejak masih muda. Saat itu Sutinah sering lewat di depan rumahnya. Namun, rasa cinta masih belum muncul. Saat masih muda, keduanya kemudian menikah dengan pilihan masing-masing. Mitro menikah dua kali dengan Naruh dan Daliyem. Keduanya sudah meninggal empat tahun lalu. Sedangkan Sutinah menikahi Kastoyo yang meninggal dua tahun yang lalu.
Mitro yang bekerja sebagai perajin kayu mengaku jatuh cinta saat Sutinah beberapa kali membeli kayu bakar di tempatnya. Mitro bakan sempat mengantar kayu bakar pesanan ke Padukuhan Pencil tempat Sutinah tinggal. Mereka kemudian dekat dan merasa cocok. Mito dan Sutinah kemudian memutuskan untuk menikah. "Saya tidak pernah mengucapkan cinta atau sayang, nanti malah seperti anak muda," ucap Mitro dalam Bahasa Jawa.
Kasi Pelayanan Desa Bendung, Sukirno mengatakan anak angkat Sutinah sempat tidak setuju dengan pernikahan Mitro dan Supinah. Namun, dengan pendekatan dari masyarakat akhirnya sang anak merestui. "Sepenuhnya masyarakat mendukung. Prosesnya cukup singkat, saya persiapkan syarat-syarat hari Selasa, ditandatangani pak kades, dan Kamis-nya sudah sah jadi pasangan suami istri," katanya. Dari pernikahan sebelumnya, Mitro dan Sutinah tidak memimiliki momongan. Namun, Sutinah sempat mengangkat anak saat dia masih menikah dengan suaminya yang terdahulu.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, hubungan
Referensi:
Kompas.com. (2019) 6 Fakta Kakek 92 Nikahi Nenek 79 tahun, Cinta dari Kayu Bakar hingga Batal Diarak .1 Juli[online].
available at: https://regional.kompas.com/read/2019/07/01/09170041/6-fakta-kakek-92-nikahi-nenek-79-tahun-cinta-dari-kayu-bakar-hingga-batal [diakses tanggal 5 Juli 2019].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar